Waterfall

Waterfall

Air terjun adalah salah satu tempat yang selama ini paling ingin kudatangi.
Alhamdulillah pada akhir tahun 2013, impian itu tercapai dengan susah payah.

This lovely picture was taken near the waterfall. Very nice place 🙂

Pelajaran Hidup

Ketika masih duduk di bangku SMP dan SMA, waktu yang banyak kuhabiskan di pesantren. Berulangkali kudengar bahwa ilmu diperoleh dari lingkungan, bukan hanya dari bangku sekolah. Semula tidak kupahami apa maksudnya karena memang sejauh ini ilmu selalu diperoleh di bangku sekolah. Melalui guru-guru dengan buku-buku serta tugas keseharian. Apa yang terjadi setelah itu adalah keseharian saja. Tidak lebih dan tidak kurang. Lantas apa gunanya ?

Hingga seiring waktu dan masih tetap dengan gumam akan apa itu ilmu lingkungan. Sampai pada akhirnya saat ini, ketika usiaku sudah menginjak 20 tahun, aku baru memahami apa itu belajar dari lingkungan. Ternyata semua itu adalah tentang pelajaran hidup. Pelajaran yang tidak akan ditemui di bangku sekolah sekalipun dan tidak tercantum dalam teks-teks buku pelajaran. Bahkan profesor tidak menjadikannya rujukan untuk referensi bagi mahasiwa. Semua adalah tentang pembelajaran mandiri yang berisikan bagaimana kamu hidup dan apa saja tantangannya. Termasuk apa tujuan hidupmu serta siapa saja manusia yang berhak ikut campur dan kamu abaikan.

Seringkali yang terjadi adalah manusia melewatkan pelajaran dari masalahnya sendiri. Mereka trauma dan enggan melawan pada kenyataan. Sehingga ketika hal serupa datang, tidak banyak yang ia mampu lakukan kecuali diam saja tanpa bahasa dan menghindar. Sebaliknya, ketika pelajaran lampau mengajarkan keberhasilan, justru itulah yang didekati. Padahal tidak semua demikian. Persoalan yang terjadi lalu, bisa saja tidak sama tujuannya dengan apa yang terjadi saat ini dan masa depan. Termasuk juga keberhasilan lalu, bisa menjadi kegagalan di masa sekarang dan masa depan jika tidak ada persiapan matang dalam menanggapinya. Karena itu mengapa hidup selalu mengajarkan apa yang guru dikelas tidak mampu mengajarkannya dan disinilah mengapa manusia dituntut untuk bersikap dewasa dalam menanggapinya.