“Just because s…

“Just because something isn’t happening to you right now, doesn’t mean that it will never happen”
Just need a little patience

Ada yang terjadi setiap harinya dalam kehidupan manusia baik yang terencana ataupun yang tidak direncanakan. Bulan lalu misalnya ketika aku dan teman-teman berencana untuk mendatangi kawah Ijen guna menghabiskan waktu liburan. Segala sesuatu yang sudah direncanakan termasuk soal keuangan dan konsumsi lapangan sudah dipertimbangkan dengan baik. Sayangnya tidak semudah itu merealisasikannya. Ada saja alasan dari rekan-rekan sendiri yang membuat rencana ini pada akhirnya gagal. Pada akhir kisah yang ada hanya kecewa.

Bagaimana dengan kisah cinta ? Sama saja. Sejauh ini tentu sudah banyak rencana yang disusun baik secara sengaja atau sekedar spontanitas. Misalkan ingin menghabiskan waktu berdua dengan dinner romantis, atau berpetualang mendaki gunung berdua sambil menikmati sensasi kemah ditengah hutan hanya berdua. Namun belum terlaksana bahkan satupun tidak terlaksana, hubungan sudah berakhir. Jika begini rasanya benci membuat rencana namun selalu ingin membuat rencana.

Sejatinya memang begitulah manusia. Rencana membuat manusia seperti hidup. Ia membuat manusia tahu bagaimana menjalani hidupnya sendiri dan tentu tahu bagaimana cara menghabiskan hidupnya. Baik untuk kebaikan atau sebaliknya. Rencana juga yang membuat manusia tahu langkah dalam hidupny, tujuannya, dan apa-apa yang menjadi keinginannya. Apa yang terjadi saat ini tidak sepenuhnya bisa merefleksikan apa yang akan terjadi nantinya. Jika apa yang kita inginkan tidak terjadi saat ini, bukan berarti tidak akan pernah terjadi. Rencana masih rencana dan masih bisa akan terjadi ataupun tidak. Tinggal bagaimana kita mempercayai apa yang kita inginkan serta berusaha merealisasikan apa yang dikehendaki.

“Being single i…

“Being single is better than being in the wrong relationship”

Beberapa hari ini sahabatku sering kehilangan kontrol akan dirinya karena cinta. Sebenarnya bukan cinta yang salah namun pelakunya. Kekasihnya memutuskan dia beberapa hari yang lalu dan meninggalkannya begitu saja. Alasan yang sungguh menyakitkan karena hubungan itu berakhir tanpa alasan yang jelas. Sungguh bukan kebetulan yang direncanakan bahkan tidak diinginkan. Tentu saja demikian karena sejauh ini memang mereka sudah merangkai mimpi untuk masa depan bukan untuk apa yang terjadi.

Poinnya adalah bukan untuk mengkritik apa yang terjadi antara temanku dan mantan kekasihnya. Namun sekedar refleksi bahwa apa yang terjadi sejatinya bukan karena cinta. Akan tetapi lebih pada personal yang terlibat. Pada titik ini ada pelajaran yang seharunya dipahami mengenai suatu hubungan.

Jika tidak ada kehati-hatian dalam menjalani hubungan dengan siapapun, maka yang ada adalah kecewa di akhir cerita. Kalimat yang menegaskan bahwa menjadi single itu lebih baik daripada hidup dalam hubungan yang salah pada akhirnya menjadi hiburan paling baik yang pernah ada. Jika demikian, siapa yang disalahkan ? 🙂